Suami Cuek Karena Ibu Mertua



Pertanyaan:

suami saya jarang menggauli saya sejak kami pindah ke rumah mertua alias rumah orang tua suami saya. haruskah istri yg meminta terus? saya sudah menuruti kemauannya untuk menemani ibunya yg janda. dan terus terang sang ibu ini cinta sekali dengan anaknya. mulai dari hal sekecil apapun tentang kebutuhan suami saya, beliau yang menyiapkan sampai air panas untuk mandi sudah siap di saat suami saya pulang kerja. pasti tiap hari ada persaingan dengan mertua untuk melayani suami. bagaimana penyelesaiannya

Via Email: c*****i@yahoo.com

Jawaban :

Bismillaah ..

Ibu Penanya yang semoga di rahmati oleh Allah..

Perihal frekuensi berjima’ / hubungan badan  memang tiada ketetapan standar bakunya, melainkan disaat saling menginginkan, atau suami menginginkan, atau istri menginginkan maka itu bisa terjadi.

Adapun tentang jarangnya suami “meminta soal pelayanan di ranjang” maka bisa jadi karena capek, lelah seharian bekerja, sedang banyak masalah, atau kehilangan mood nya dengan banyak faktor lainnya. Dan bisa saja terjadi karena istri kurang merawat diri, atau banyak sekali faktor faktor pemicu lainnya termasuk masalah kesehatan dan stamina suami sendiri.

Dan jika ibu yang selalu meminta, maka hal tersebut bukanlah aib, karena ibu meminta pada pasangan ibu yang sah. Dan bisa saja seorang suami karena banyak faktor tadi menjadi kurang peka, kurang agresif bahkan menjadi pasif. Solusinya yang terbaik adalah komunikasi, ngobrol dengan suami, barangkali ibu bisa membantu memecahkan masalah suami, minimal memberikan dukungan dan doa.

Tentang mertua yang selalu terlihat menjadi “pesaing” maka tak perlu ibu permasalahkan, karena sebagaimana ibu pada anak ibu sendiri, tentu selalu ingin memberikan yang terbaik bukan ? Nah jika demikian halnya, maka sungguh sangat wajar kasih sayyang seorang ibu kepada anaknya jika demikian. Karena , terkadang, seorang ibu itu senantiasa menganggap anaknya sebagai anak kecil yang perlu diberikan kasih sayang sekalipun ia sudah dewasa, itulah bukti kasih sayang orang tua kepada anaknya.

Sebetulnya hal ini tidaklah perlu menjadi sebuah ganjalan buat ibu dalam melayani suami, karena ibu bisa memberikan pengertian dengan lemah lembut kepada mertua , misalkan ” Bu , biarlah saya yang menyiapkan semuanya ya.. nanti ibu sakit kecapean, kan ada saya istrinya, Insya Allah saya mampu kok bu , nanti kalau ada yang terlihat kurang, atau saya kelupaan, ibu bantu ingatkan saya ya..” Jika masih saja demikian ? Tak mengapa .. dan ibu bisa bersaing dalam kebaikan , berlomba cepat dalam melayani kebutuhan suami dengan ibu mertua.

Malah dengan demikian, ibu bisa belajar lebih banyak dari mertua, tentang bagaimana sigapnya beliau dalam memberikan hal terbaik kepada suami ibu, toh ibu dan mertua, adalah orang yang sama sama mencintai suami ibu, ibu sebagai istri dan beliau sebagai ibu.

Intinya:

Hal yang dilakukan mertua ibu, adalah wajar karena seorang ibu sangat menyayangi anaknya, mungkin kelak ibu akan merasakan hal tersebut kepada anak2 ibu sendiri..

Semoga Allah meneguhkan ibu, menjadikan ibu sebagai istri yang berbakti kepada suami dan menghormati mertua,dan kelak bisa berkumpul bersama didalam syurga Allah.. aamiiin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel